Translate

Sabtu, 12 April 2014

PEMIMPIN TERBAIK

Mehmed II
Mehmed the Conqueror

Sultan Mehmed II pada tahun 1479. Lukisan yang dilukis oleh pelukis Italia Gentile Bellini.
Lahir 30 Maret 1432
Edirne
Meninggal 3 Mei 1481 (berusia 49)
Hünkârçayırı, dekat Gebze
Gelar Ottoman Sultan
Pendahulu Murad II; Murad II
Pengganti Murad II; Bayezid II
Pasangan Gülbahar Hatun
Gülşah Hatun
Sitti Hatun
Çiçek Hatun
Hatice Hatun
Tanda tangan
Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih (bahasa Turki Ottoman: محمد ثانى Meḥmed-i sānī, bahasa Turki: II. Mehmet, juga dikenal sebagai el-Fatih (الفاتح), "sang Penakluk", dalam bahasa Turki Usmani, atau, Fatih Sultan Mehmet dalam bahasa Turki; 30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Dari sudut pandang Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu' setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di 'Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).
Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.
Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.
Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan salat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan salat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan salat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya. Sebelumnya anatolia sudah disatukan oleh Bayezid I 50 tahun sebelum

Usaha Sulthan dalam menaklukkan Konstantinopel

Istanbul atau yang dulu dikenal sebagai Konstantinopel, adalah salah satu bandar termasyhur dunia. Bandar ini tercatat dalam tinta emas sejarah Islam khususnya pada masa Kesultanan Utsmaniyah, ketika meluaskan wilayah sekaligus melebarkan pengaruh Islam di banyak negara. Bandar ini didirikan tahun 330 M oleh Maharaja Bizantium yakni Constantine I. Kedudukannya yang strategis, membuatnya punya tempat istimewa ketika umat Islam memulai pertumbuhan di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga telah beberapa kali memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam seperti dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada perang Khandaq.
Para khalifah dan pemimpin Islam pun selalu berusaha menaklukkan Konstantinopel. Usaha pertama dilancarkan tahun 44 H di zaman Mu'awiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu 'Anhu. Akan tetapi, usaha itu gagal. Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman Khilafah Umayyah. Di zaman pemerintahan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan tetapi masih menemui kegagalan termasuk di zaman Khalifah Harun al-Rasyid tahun 190 H. Setelah kejatuhan Baghdad tahun 656 H, usaha menawan Kostantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur (Anatolia) terutama Kerajaan Seljuk. Pemimpinnya, Alp Arselan (455-465 H/1063-1072 M) berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonos (Romanus IV/Armanus), tahun 463 H/1070 M. Akibatnya sebagian besar wilayah Kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk.
Awal kurun ke-8 hijriyah, Daulah Utsmaniyah mengadakan kesepakatan bersama Seljuk. Kerjasama ini memberi napas baru kepada usaha umat Islam untuk menguasai Konstantinopel. Usaha pertama dibuat di zaman Sulthan Yildirim Bayazid saat dia mengepung bandar itu tahun 796 H/1393 M. Peluang yang ada telah digunakan oleh Sultan Bayazid untuk memaksa Kaisar Bizantium menyerahkan Konstantinople secara aman kepada umat Islam. Akan tetapi, usahanya menemui kegagalan karena datangnya bantuan dari Eropa dan serbuan bangsa Mongol di bawah pimpinan Timur Lenk.
Selepas Daulah Utsmaniyyah mencapai perkembangan yang lebih maju dan terarah, semangat jihad hidup kembali dengan napas baru. Hasrat dan kesungguhan itu telah mendorong Sultan Murad II (824-863 H/1421-1451 M) untuk meneruskan usaha menaklukkan Kostantinopel. Beberapa usaha berhasil dibuat untuk mengepung kota itu tetapi dalam masa yang sama terjadi pengkhianatan di pihak umat Islam. Kaisar Bizantium menabur benih fitnah dan mengucar-kacirkan barisan tentara Islam. Usaha Sultan Murad II tidak berhasil sampai pada zaman anak beliau, Sultan Muhammad Al-Fatih (Mehmed II), sultan ke-7 Daulah Utsmaniyyah.
Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mencermati usaha ayahnya menaklukkan Konstantinopel. Bahkan beliau mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat baginya meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta pada tahun 855 H/1451 M, dia telah mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menawan kota bandar tadi. Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih terletak pada ketinggian pribadinya. Sejak kecil, dia dididik secara intensif oleh para 'ulama terulung di zamannya. Di zaman ayahnya, yaitu Sultan Murad II, Asy-Syeikh Muhammad bin Isma'il Al-Kurani telah menjadi murabbi Amir Muhammad (Al-Fatih). Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang 'ulama untuk mengajar anaknya sebelum itu, tetapi tidak diterima oleh Amir Muhammad. Lalu, dia menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Amir Muhammad jika membantah perintah gurunya.
Waktu bertemu Amir Muhammad dan menjelaskan tentang hak yang diberikan oleh Sulthan, Amir Muhammad tertawa. Dia lalu dipukul oleh Asy-Syeikh Al-Kurani. Peristiwa ini amat berkesan pada diri Amir Muhammad lantas setelah itu dia terus menghafal Al-Qur'an dalam waktu yang singkat. Di samping itu, Asy-Syeikh Ak Samsettin (Syamsuddin) merupakan murabbi Sultan Muhammad Al-Fatih yang hakiki. Dia mengajar Amir Muhammad ilmu-ilmu agama seperti Al-Qur'an, hadits, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya.
Syeikh Ak Samsettin lantas meyakinkan Amir Muhammad bahwa dia adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di dalam hadits pembukaan Kostantinopel. Ketika naik takhta, Sultan Muhammad segera menemui Syeikh Semsettin untuk menyiapkan bala tentara untuk penaklukan Konstantinopel. Peperangan itu memakan waktu selama 54 hari. Persiapan pun dilakukan. Sulthan berhasil menghimpun sebanyak 250 ribu tentara. Para mujahid lantas diberikan latihan intensif dan selalu diingatkan akan pesan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terkait pentingnya Konstantinopel bagi kejayaan Islam.
Setelah proses persiapan yang teliti, akhirnya pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur'an mengenainya serta hadis Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah Subhana Wa Ta'ala.
Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Mereka memperbanyak salat, doa, dan dzikir. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.

Penaklukan di Asia

Setelah penaklukan Konstantinopel Mehmed ii mengalihkan perhatiannya kepada anatolia. Mehmed ii berusaha untuk membuat suatu kekuatan politik di anatolia dengan menaklukan negara turki bernama Beyliks dan Kekaisaran Trebizond yang berbudaya yunani. Untuk itu ia telah beraliansi dengan Kerajaan Krimea. Sebelumnya anatolia sudah disatukan oleh Bayezid I 50 tahun sebelum apa yang dilakukan oleh Mehmed ii. Akan tetapi, pada pertempuran Ankara Anatolia kembali terpecah belah. Penaklukan Anatolia atas Kesultanan Utsmaniyah membuat kesultanan ini menjadi semakin menekan eropa.

Kutipan atas Mehmed II

  • "Konstantinopel akan ditaklukkan oleh tentara Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja & tentaranya adalah sebaik-baik tentara" (Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam)
  • "Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu (Konstantinopel)" (Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam)
  • "Aku mendengar baginda Rasulullah S.A.W mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut & aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentara seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda" (Abu Ayyub al-Anshari ra. kepada panglima Bani Umayyah)
Didahului oleh:
Murad II
Murad II
Sultan Utsmaniyah
1444–46
1451–81
Diteruskan oleh:
Murad II
Bayezid II





 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Album Lengkap Sabrina All

Album I : Sabrina - Self Titled Album (2006)
Track List:
1. Pretty World
2. (There's) Always Something There To Remind Me
3. Bizzarre Love Triangle
4. Fixing A Broken Heart
5. Who Broke Your Heart
6. You'Ll Never Get To Heaven
7. Night Bird
8. I'd Really Love To See You Tonight
9. Going Out Of My Head
10. I Only Wanna Be With You
11. I'd Say A Little Prayer
12. (I Love You) More Today Than Yesterday 

Album II : Sabrina - I love Acoustic
Track list :
1. A Thousand Miles
2. Irreplaceable
3. So Sick
4. Out Of Reach
5. Way Back Into Love
6. She Will Be Loved
7. Home
8. Superman
9. You're Beautiful
10. Hero
11. You And Me
12. My Guardian Angel
14. When September Ends
15. Perfect
16. The Reason
17. Umbrella

Album III: Sabrina - I Love Acoustic Too



Track list :
1 - I'm Yours
2 - I Knew I Love You
3 - Your Body Is A Wonderland
4 - Bad Day
5 - Poker Face
6 - Bleeding Love
7 - Apologize
8 - Because Of You
9 - Take A Bow
10 - Stickwitu
11 - Insomnia
12 - Ms. Brightside
13 - Everything You Want
14 - Crashing Cars
15 - How To Save A Life
16 - Iris
17 - Wherever You Will Go
18 - Ordinary People

Album IV: Sabrina - I Love Acoustic 3

1 Baby
2 Telephone
3 Love The Way You Lie
4 California Gurls
5 Never Say Never
6 Pyramid
7 OMG
8 Need You Now
9 What Do You Want From Me
10 Solo
11 Hey Soul Sister
12 Tik Tok
13 Whatcha Say
14 Billionaire
15 Gotten
16 Airplanes

Album V : Sabrina - I Love Acoustic 4


Song List:
  1. Price tag
  2. Who Says
  3. On the Floor
  4. Moves like Jagger
  5. Last friday nigt
  6. California King Bed
  7. Hold it against Me
  8. Rolling in the deep
  9. The lazy song
  10. Back To Desember
  11. That should be me
  12. Marry me
  13. Just the way you are
  14. Rocketeer
  15. The man who can't be moved
  16.  Lucky

Album VI : Sabrina - Acoustic Love Notes

Song List:
  1. Somewhere Down The Road - originally by Barry Manilow
  2. One Last Cry - originally by Brian McKnight
  3. Cry originally - by Mandy Moore 
  4. The Way You Look At Me - originally by Christian Bautista
  5. Can You Help Me - originally by Usher
  6. The Art of Letting Go - originally by Mikaila
  7. I Don’t Want You To Go - originally by Lani Hall
  8. Have You Ever - originally by Brandy
  9. Someone Like You - originally by Adele, 
  10. Officially Missing You - originally by Tamia
  11. If Love Is Blind - originally by Tiffany
  12. Insensitive - originally by Jann Arden
  13. Without Me - originally by Clair Marlo
  14. One True Love  originally by Sabrina
  15. Over For Now But Not Forever originally by Sabrina
  16. Sa Bawat Paghinga originally by Sabrina
  17. Again originally by Sabrina 
    Album VII : Sabrina - I Love Acoustic 5



    Song List:

    01. WE ARE NEVER EVER GETTING BACK TOGETHER
    02. CALL ME MAYBE
    03. PAYPHONE
    04. WHAT MAKES YOU BEAUTIFUL
    05. STARSHIPS
    06. SOMEBODY THAT I USED TO KNOW
    07. PART OF ME
    08. ONE THING
    09. GLAD YOU CAME
    10. I WON’T GIVE UP
    11. WE FOUND LOVE
    12. STRONGER (WHAT DOESN’T KILL YOU)
    13. A THOUSAND YEARS
    14. DOMINO
    15. IF I DIE YOUNG
    16. COULT IT BE FEAT. KOH MR. SAXMAN
    17. OH BOY
    18. TERRIFIED DUET CHRISTIAN BAUTISTA
    19. TERRIFIED